Fisika Inti dan Partikel
Detektor Partikel
A. Deterktor Gas
Detektor gas mendeteksi
ionisasi yang dihasilkan oleh partikel bermuatan yang lewat melalui sensor yang
diisi gas. Jika partikel memiliki energi yang cukup untuk mengionisasi atom
atau molekul gas (sekitar 30 ± 10 eV), elektron dan ion yang dihasilkan
menyebabkan aliran arus dapat diukur.
1.
Ruang Ionisasi
Ruang ionisasi beroperasi
pada kekuatan medan listrik yang rendah, dipilih sedemikian rupa sehingga tidak
terjadi multiplikasi gas. Sinyal output sangat kecil pada voltase rendah karena
pasangan elektron-ion bergabung kembali sebelum mencapai elektroda. Ion-ion
melayang ke katoda, sedangkan elektron bebas melanyang ke anoda di bawah
pengaruh medan listrik. Jenis ruang ionisasi antara lain plat sejajar dan silindris.
2.
Ruang Kawat
Ruang kawat adalah bentuk
multi-elektroda dari penghitung proporsional yang digunakan sebagai alat
penelitian. Setiap pasangan ion menghasilkan longsoran
tunggal sehingga dihasilkan pulsa arus yang proporsional dengan energi yang
diendapkan oleh radiasi di ruang proporsional.
Ruang kawat dapat mengukur energi radiasi dan
memberikan informasi spektografik, membedakan antara partikel alfa dan beta,
dan bahwa detektor area luas dapat dibangun.
3.
Melampaui Wilayah
Proporsional
Wilayah ini beroperasi
pada tegangan yang lebih tinggi, dipilih sedemikian rupa sehingga setiap
pasangan ion menciptakan longsoran, tetapi dengan emisi foton UV. Beberapa longsoran dibuat yang menyebar sepanjang kawat anoda,
dan volume gas yang berdekatan terionisasi dari sesedikit satu ion tunggal.
B. Scintillation Counters (Penghitung
Kilau)
Penghitung kilau adalah
instrument untuk mendeteksi dan mengukur radiasi pengion dan pulsa cahaya
dengan menggunakan efek eksitasi radiasi yang terjadi pada bahan kilau.
Detektor ini terdiri dari sebuah sintilator yang menghasilkan foton,
fotodetektor senditif, kamera yang dilengkapi perangkat charge-coupled atau
fotodioda yang mengubah cahaya menjadi sinyal listrik.
Ketika sebuah partikel pengion masuk ke dalam
bahan scintillator, atom terangsang di sepanjang lintasan. Untuk partikel bermuatan, lintasan adalah jalur partikel itu
sendiri. Untuk sinar gamma (tidak
bermuatan), energinya dikonversi menjadi elektron yang energik melalui efek fotolistrik, hamburan Compton, atau produksi berpasangan.
Foton berenergi rendah dihasilkan oleh
kimia de-eksitasi dalam sintilator. Efek fotolistrik menyebabkan paling banyaj
satu elektron terpancar untuk setiap foton. Kelompok elektron ini dipercepat
secara elektostatik dan difokuskan oleh potensi listrik sehingga menyerang
dinode pertama. Begitu seterusnya pada dinode kedua, ketiga, dst, sehingga ada
efek penguatan arus. Sinyal keluaran yang dihasilkan di anoda adalah pulsa.
Pada amplifier muatan yang mengintegrasikan informasi energi, pulsa output yang
dihasilkan sebanding dengan energy partikel yang menarik sintilator. Jumlah
pulsa per satuan waktu juga memberikan informasi tentang intensitas radiasi.
C. Detektor Semikonduktor
Detektor Semikonduktor
adalah perangkat yang menggunakan bahan semi-konduktor (biasanya Si, Ge, Cd,
atau berlian) untuk mengukur efek partikel atau foton bermuatan. Dalam detektor
ini, radiasi ppengion diukur dengan jumlah pembawa muatan yang diatur di antara 2 elektroda oleh
radiasi. Radiasi pengion menghasilkan elektron dan lubang bebas. Sejumlah
elektron ditransfer dari pita valensi ke pita valensi lain. Elektron dan lubang
bergerak ke elektroda di bawah pengaruh medan listrik, yang menghasilkan pulsa
yang dapat diukur di sirkit luar seperti Teorema Shockle-Ramo. Lubang yang
bergerak kea rah berlawanan juga dapat diukur.
Akibat energi yang dibutuhkan
untuk menghasilkan pasangan lubang elektron sangat rendah dibandingkan dengan
energy yang dibutuhkan untuk menghasilkan ion berpasangan dalam detektor gas,
maka variasi statistic dari tiggi pulsa dalam detektor semikonduktor lebih
kecil dan resolusi energi lebih tinggi. Resolusi waktu sangat baik saat
elektron bergerak cepat. Kepadatan detektor ini sangat tinggi.
D. Kalorimeter
Kalorimeter merupakan alat
eksperimental untuk mengukur energi partikel. Sebagian besar partikel memasuki
kalorimeter, energinya disimpan, dikumpulkan, dan diukur dalam calorimeter.
Energi dapat diukur seara keseluruhan dengan penahanan total partikel shower
atau dapat pula diambil sampelnya. Kalorimeter disegmentasikan secara meintang
untuk memberi informasi tentang arah partikel serta energy yang disimpan
partikel. Sedangkan kalorimeter yang disegmentasikan longitudinal dapat
memberikan informasi tentang identitas partikel berdasarkan bentuk pancurannya.
E. Detektor Cherenkov
Detektor Cherenkov adalah
pendeteksi partikel yang menggunakan ambang batas kecepatan untuk produksi
cahaya. Arah cahaya bergantung pada kecepatan radiasi Cherenkov. Sebuah
partikel yang melewati suatu bahan dengan kecepatan lebih besar daripada cahaya
yang melewati suatu materi dapat memancarkan cahaya. Arah cahaya yang
dipancarkan berupa kerucut dengan sudut
c.
Sudut kerucut tersebut adalah ukurn kecepatan partikel:
. Jumlah foton yang dihasilkan dengan
Rumus Frank-Tamm.
Kamila Munna
0 comments:
Post a Comment